Kamis, April 29, 2010

Rembulan Malam















Bulan,, penuhkanlah lingkaran ini

Saat kata hati lukai mata jasad

 Aku mandi cahayamu


Syahdan, limbui teriakan luka

Haya dosa lama yang dikais

Kufikir jelaslah sudah

Namun susah, Daramu ialah Darahku


Bulan, apakah awan itu belenggumu

Jika hujan seperti ini, apa keluh?


Jangan lama-lama meninggalkanku

ah, hujan ini terlal tajam ntuk tulangku

kurindu cahaya yang merayap dikulitku

Bulan,


di sekre Bastra
laper hujan gini
28 April 2008
Read more

Selasa, April 27, 2010

TEORI EVOLUSI DARWIN ITU BENAR KAWAN!

sayah waktu masih dalam tahap evolusi di TEKA dahlia
Read more

BEWERE FROM THIS GAME; WEREWOLF!!!! AAUUUUUUUUUUUUUUUUU....

Apa yang membuat seseorang tergila-gila terhadap sebuah permainan sehingga ia selalu merasa ingin memainkan permainan itu dimanapun dan kapanpun? Well, sejauh yang saya tau faktor pertama adalah permainan itu dapat menstimulasi otak pemainnya dengan fantasi yang sangat hebat sampai-sampai ia merasa ingin menyelasaikan game yang ia sendiri tidak tahu dimana ujungnya. Dengan kata lain rasa penasaran yang berlebihan terhadap game itulah yang terus memunculkan kejutan-kejutan yang dapat membuat pemainnya bilang “ An**ng!! Kok bisa yah gitu” atau “hahahaha, Akhirnya kutemukan kelemahannya kau KUTIL BASIII!!!”


Kedua, biasanya multiplayer game jauh lebih mengasikkan dibandingkan dengan arcade game yang lebih mementingkan individu, bahkan sekarang permainan arcade sendiri lebih banyak peminatnya dengan dikombinasikan dengan jaringan internet sehingga peminat game pun semakin merasa terpuaskan dengan sensasi “rasa penasaran” yang saya sebutkan sebelumnya. Karena dengan bermain dengan banyak orang alias kroyokan , arah permainan semakin tidak terbaca dikarenakan terdapat berbagai macam individu yang bermain didalamnya.


Beberapa waktu lalu, ketka saya masih bergabung di program Pertukaran Pemuda Antar Negara , pada saat itu bertepatan dengan perayaan HALOWEEN, saya sempat mendapatkan beberapa permainan seru yang salah satu diantaranya bernama WEREWOLF. Permaianan yang bisa dibilang menyeramkan sekaligus menghibur,bisa dibilang party game, kecuali dengan mengkombinasikan permaianan akting sekalian belajar ilmu meyakinkan orang(hehe), fantasi serta keinginan nafsu membunuh yang tidak tersalurkan karena dilarang agama (yaiyalah!!), tuduhan, berbohong, menggertak, menebak-nebak, dan histeria massa!!!


Bagaimana cara mainnya?? Baiklah,, edisi kali ini saya ingin menjelaskan bagaimana role play this blodier game! Check this out.

(SEBELUM MEMULAI,GAME INI TELAH SAYA MODIFIKASI SESUAI DENGA KEBUTUHAN PEMAIN, KALIAN BISA LIHAT ATURAN MAIN GAME MENURUT VERSI ASLINYA INI DISINI).


Werewolf adalah permainan sederhana yang bisa dipakai untuk grup yang besar (minimal tujuh orang saya sarankan). Peralatan yang dibutuhkan sangatlah sederaha, cukup sediakan kertas atau ,yang lebih mudah, bisa memakai kartu remi; permainan ini dilaksanakan dengan membuat lingkaran agar para pemain bisa melihat satu sama lain.


ROLE

persiapan 


Kumpulkan sekelompok pemain. Ganjil adalah yang terbaik, meskipun tidak mutlak wajib. Harus ada setidaknya tujuh pemain; sembilan atau sebelas lebih baik.(saya mengusulkan mulailah dengan jumlah kecil, apabila sudah menguasai bisa memulai dengan yang jauh lebih besar).


Buat satu set kartu, satu untuk masing-masing pemain, dengan peran tertulis di masing-masing:
* Satu "Moderator"
* Dua "Werewolf"
* Satu "Cenayang (Seer)"
* Semua sisanya "Villager/ village people"

Kocok kartu yang ada pada moderator (moderator bisa dipilih langsung atau mengunakan kartu bertanda moderator yang dikocok didalam seluruh kartu atau bisa juga dipilih berdasarkan orang yang pertama mati dalam permaianan). Setelah setiap orang telah memegang kartu masing-masing, sekarang mereka telah memiliki identitas dan telah siap memulai pertandingan. (untuk membuat kondisi permaianan lebih menyenangkan, para pemain bisa menganggap lingkaran pemain ini adalah sebuah desa, dan mereka bisa memperkenalkan diri mereka serta berpura-pura menjadi orang lain denga nama serta pekerjaannya *sangat menyenangkan*)

Dua pemain sekarang diam-diam adalah werewolves. Mereka mencoba untuk melakukan pembantaian diseluruh desa ini pada malam hari. Namun pada siang harinya semua orang adalah warga desa biasa, tetapi salah satu desa diam-diam memiliki Penglihatan Kedua, dan dapat mendeteksi keberadaan werewolf diantara mereka.

Bisa juga diawal pertandingan warga desa melakukan musyawarah dengan menentukan pimpinan desa mereka. (saya menggunakan kartu bertanda “sheriff”, dan orang yang memegang kartu ini memiliki dua suara ketika pengambilan suara pada saat Hari Pengadilan disiang hari).

THE GAME: Malam Hari dan Siang Hari

Permaianan dimainkan pada dua sesi, malam hari dan siang hari.

Malam hari

Moderator memimpin permainan dengan mengatakan kepada para pemain bahwa hari sudah malam dan mereka harus menutup mata mereka . Mungkin bisa mengatakan pengantar seperti ini:

“villager/ warga desa, hari telah malam, warga desa yang kelelahan kini mulai perlahan terlelap.”

Pada kondisi semua warga desa menutup matanya, moderator memanggil werewolf untuk membuka matanya, dengan mengatakan;

“werewolf, buka mata kalian”

Moderator kemudian memerintahkan mereka secara diam-diam untuk memilih korbannya denganmenunjuk salah satu pemain. (dalam hal ini , para werewolf HARUS melakukannya setenang mungkin dan tidak berisik, agar gerakannya tidak diketahui teman disebelahnya yang berakibat dicurigai sebagai werewolf!).

Setelah menutup mata Werewolf, Moderator kemudian dapat memanggil Cenayang (seer), dengan mengatakan;

“Cenayang, buka matamu. Identitas siapa yang ingin kau ketahui?” (cara melakukannya juga sama sepeti yang dilakukan werewolf, kali ini agar tidak ketahuan dan dibunuh werewolf :))

Pada saat cenayang menunjuk seseorang untuk dilihatkan identitasnya, moderator bisa membuka kartu pemain yang ditunjuk dan memperlihatkannya kepada Cenayang. (agar tidak terlalu mencolok pemain mana yang dibuka kartunya, moderator bisa berjalan keliling dan menggerakkan secara acak beberapa kartu pemain agar seolah-olah kartu mereka yang dibuka:))

Cara lain yang dapat digunakan, ketika Cenayang menunjuk target pemain yang ingin dibuka identitasnya, moderator bisa mengucapkan identitasnya langsung kepada Cenayang. Seperti “Dia werewolf!” atau” dia bukan Werewolf!”. Tentu saja ini bisa membuat para werewolf sedikit gemetar dengan pernyataan itu karena identitasnya diketahui oleh Cenayang.

Siang hari 

Siang hari dapat dimulai ketika moderator mengatakan “Dan pagi hari telah menjelang, warga desa perlahan terbangun dari tidurnya. Kalian dapat membuka mata semua sekarang”.

Kemudian moderator menjelaskan semalam terjadi pembunuhan ketika mereka sedang terlelap tidur, “seseorang terbunuh semalam, dan ia adalah.....”. orang yang disebutkan namanya maka tidak mengikuti pertandingan lagi dan dapat mengawasi pertandingan diluar lingkaran DENGAN TIDAK BICARA DAN MEMBERIKAN PETUNJUK APAPUN. ini selalu dilakukan setiap sesi siang hari setelah pembunuhan terjadi.

Maka apa yang dilakukan warga desa selanjutnya adalah melakukan persidangan untuk menghakimi seseorang yang dicurigai sebagai werewolf. Disinilah warga desa saling tuding dan menentukan seseorang untuk mati dan pemain yang dipilih warga akan meninggalkan permaianan seperti yang lainnya dengan menunjukkan identitasnya. Warga desa bisa menunjuk siapa saja, bisa saja yang ditunjuk adalah warga desa, werewolf, atau (ups) Sang Cenayang!!

Tidak ada pembatasan dalam hak bicara, pemain bisa mengatakan apa saja; kebenaran, , mengalihkan arah pembicaraan, menuduh, membantah bahkan berbohong.

Permaianan ini akan terus diulang prosesnya sampai salah satu pihak menang dengan kata lain semua pemain habis dibantai oleh werewolf ataupun dihakimi oleh masyarakat.

Ketentuan pemenang

Warga desa menang apabila membunuh semua werewolf. Begitupun sebaliknya.

Apabila berakhir dengan 2 warga desa dan 2 werewolf, maka pemenangnya adalah werewolf (analoginya, mereka akan berhadapan satu lawan satu).

Apabila berakhir denga 1 warga desa dan 2 werewolf, meka pemenangnya sudah tentu werewolf. Dan berlaku untuk sebaliknya.

Catatan:

Hanya jika ga faham dengan jalan permaianan, werewolf hanya beraktifitas dimalam hari, dan pada siang hari dia adalah warga yang berpura-pura dan mencoba untuk menghindari tuduhan dengan cara apapun.

Cenayang mencoba untuk mengungkapkan siapa werewolf (jika ia tahu siapa werewolf) tanpa terlihat terlalu mencurigakan serta menunjukkan identitasnya yang sesungguhnya agar tidak dibunuh werewolf dimalam harinya.

Warga desa hanya bisa menebak siapa werewolf dengan melihat siapa yang terbunuh, apa yang terjadi di hari sebelumnya, mengikuti apa yang dikatakan pemain lainnya atau melihat kecurigaan alasan salah satu orang yang dicurigai. Menuduh bisa saja dicurigai, tidak menuduh malah bisa lebih dicurigai. Ikut memilih dalam hari pengadilan bisa dicurigai, tidak memilih pun bisa dicurigai pula. Bagaimanapun juga, Cenayang mengetahui siapa pemain yang benar-benar jujur.

Beberapa Teknik menjadi moderator:

Moderator selalu berhati-hati ketika mengucapkan “werewolf, buka matamu” atau “cenayang, buka matamu” dengan mengucapkan langsung kearah orang tersebut. Karena bisa saja terdeteksi oleh pemain lain kearah mana moderator bicara dengan mendengarkan akustik dan arah suara (apalagi ketika terdengar werewolf pada saat moderator berbicara pada cenayang, sangat beresiko!).

Sangat penting untuk para pemain yang sudah mati agar tidak ikut bicara, agar permaianan bisa berlangsung dengan nyaman, dan tugas moderatorlah yang mengusahakan agar permainan tetap menarik bagi pemain.

Jangan sampai moderator terlalu banyak bicara diluar kapasitasnya, biarkan warga desa yang dipimpin Sheriff bisa melakukan pengadilan serta bermusyawarah apa yang mesti dilakukan.

Usahakan apapun yang dilakukan selalu jangan memihak werewolf atau warga desa, jadilah moderator yang baik dengan menambah improvisasi permainan dan menciptakan jalan cerita yang selalu susah ditebak.

Moderator yang baik tahu kapan harus bicara dan tidak ikut larut dalam konflik didalam lingkaran permaianan, ia harus tetap menjaga kerahasiaan dan membuat permaian berjalan sehat.
____________________________________________________________________________________




VARIASI YANG MEMUNGKINKAN DILAKUKAN
  • • Daripada membuat keadaan malam yang sangat sunyi dan menegangkan, bisa saja membuat semua pemain membuat keributan dimalam hari, agar apa yang dilakukan kegiatannya tidak terditeksi. (saya belum pernah mencobanya, tapi saya meragukan teknik ini)

  • • Apabila pemain diatas 10 orang, disarankan untuk menambah jumlah werewolf menjadi 3 orang. (saya pernah memainkan permaianan ini dengan 27 orang pemain!!*melotot* untuk kasus seperti ini saya menambah beberapa variasi karakter yang bisa melakukan pembunuhan beberapa sekaligus untuk mengurangi jumlah pemain lebih cepat) 

  • • Beberapa karakter yang saya tambahkan ( karakter a,b,c,dan d saya dapatkan ketika pertama kali memainkannya di Kanada); 


a. Little girl (gadis kecil): Selayaknya seorang gadis kecil. Ia selalu merasa tidak tenang apabila ada yang tidak beres dikampung itu atau ada yang berkeliaran, maka pemegang kartu gadis kecil selalu mengintip sedikit demi sedikit apa yang terjadi dimalam hari karena tidak bisa tidur (cara mengintipnya tentu jangan samapi terlalu mencolok, apabila werewolf tidak sengaja melihat salah satu pemain ada yang mengintip, maka dengan sangat jelas dialah yang menjadi korban mereka, bahkan ketika hari pengadilan gadis kecil sama tidak bebasnya seperti cenayang karena dia juga tidak ingin dibunuh dimalam selanjutnya karena terlalu mencolok dalam berbicara dan menuduh)

b. Hunter (Pemburu): seorang pemburu selalu membawa senjata dibalik identitasnya sebagai warga desa. Apabila dia dibunuh oleh werewolf atau diadili disiang hari, seperti pemain yang lainnya ia harus membuka kartunya, pada saat ia menunjukkan identitasnya maka pada saat itulah ia mengeluarkan senjatanya dengan membawa SEORANG pemain mati bersamanya. Hati-hati memilih , bisa siapa saja yang mati kawan!

c. The Witch (Penyihir): Penyihir memiliki satu kemampuan; Penyembuh atau Pencabut Nyawa. Ia bisa memilih salah satu diantara kemampuannya itu, setelah ia melakukan kekuatannya maka ia akan berubah secara otomatis menjadi Village People (The Witch bisa menyembuhkan dirinya sendiri, lhooo) moderator memanggil Witch dengan kalimat; “The Witch/Penyihir, buka matamu. Orang ini telah terbunuh oleh werewolf (ingat,sebagai moderator yang baik jangan terlalu kentara ketika menunjuk seseorang dan berbicara kepada Penyihir agar tidak mudah dideteksi oleh werewolf). Apakah kau ingin menggunakan kemampuanmu?(tunggu sebentar, ia akan mengangguk atau menggeleng)Menyembuhkan? (tunggu sebentar ia mengagguk atau menggeleng), Membunuh(tunggu sebentar ia mengangguk atau menggeleng). Baiklah, tutup matamu kembali.” Dan moderator akan mengumumkan di siang hari apa yang dilakukan penyihir semalam karena warga desa mendengar percakapan antara Witch dan Moderator.

d. The Lover/Cupid/ Forbidden Love: karakter ini selalu mengalami pembaruan ketika saya mulai melakukan riset (ciyeee bahasanya) mengenai karakter tambahan didalam permainan ini. Intinya sama saja, ketika pertama kali memainkannya, karakter ini memiliki 2 kartu yang sama persis, bergambar cinta atau bertuliskan The lover atau Cupid. Mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Ketika malam pertama moderator akan memanggil mereka “The lover, buka mata kalian”, dan mereka akan saling melihat satu sama lain tanpa ada yang mengetahui selain mereka sendiri. Fungsi kartu ini adalah apabila salah satu terbunuh, maka yang pasangannya tidak akan kuat menjalani hidup tanpa salah satunya, maka dia juga mati dengan membuka identitasnya. Sekali pembunuhan dua pemain mati!!. Tujuannya sebenarnya selain menambah bumbu cerita permainan agar tambah seru adalah bisa membuat pemain berkurang lebih cepat (tidak direkomendasikan dengan jumlah pemain dibawah 7 orang) Karakter ini sedikit saya rubah(lihat disini) dengan nama forbidden love (cinta terlarang), mengapa? Agar permaianan lebih seru, kartu karakter ini saya buat satu saja, ketika moderator memanggil karakter ini dengan kalimat “forbidden love, buka matamu, tunjuk satu orang yang akan menjadi pasanganmu, dan orang yang saya sentuh buka matamu, tatap pasanganmu ini, perlihatkan identitasmu padanya, dialah pasanganmu sehidup semati” (ingat tugas modertor untuk mengaburkan jejak, bisa saja moderator berjalan berkeliling dan ketika melewati orang yang ditunjuk menyentuh pelan kepala orang itu dengan tetap berjalan keliling agar tidak diketahui). Mengapa ini semakin menarik, karena pasangan sang forbidden love bisa siapa saja, bahkan werewolf tanpa terkecuali!. Ini tentu bisa menambah intrik cerita semakin menarik, karena sang forbidden love akan melakukan apa saja agar ia dan pasangannya tidak mati.

e. The Thief(Maling ) : Karakter yang saya ciptakan tidak sengaja; tokoh penghancur karakter, biang onar dan pencipta histeria massa(haha). Kemampuannya sangat sederhana, mencuri kartu pemain lain dengan menukar kartu miliknya (bayangkan saja jika anda pemilik kartu werewolf atau segala kartu spesial lainnya tiba-tiba berubah dipagi hari menjadi kartu maling ini, hahahaha). Dan karakter ini sangat lihai dalam menghancurkan logika yang ada, apabila kita sudah bisa menebak siapa werewolf tiba-tiba mendengar moderator berkata “Maling, buka matamu,kartu siapa yang ingin kau tukar malam ini(pengalaman sayah, pada saat saya mengucapkan kata “maling” saja sudah menimbulkan histeria massa,hehehe), dan kitapun hanya bisa tersenyum pahitbkarena lagi-lagi jejak kembali mengabur, :).

f. Wolfbane (penangkal serigala) : banyak nama untuk tokoh ini, karena saya menemukannya didalam permainan yang serupa seperti mafia, vampir dll. Biasa dipanggil, undead alias tokoh yang tidak bisa mati. Tapi saya memodifikasi karakter ini lebih menarik (menurut sayah). Saya biasanya mengenalkan tokoh ini dengan cerita bahwa ada salah satu diantara warga desa yang memiliki keturunan khusus, keturunan yang selalu membawa obat turun temurun untuk menangkal serangan werewolf. Obat itu dinamakan Wolfbane, apabila tokoh ini digigit oleh werewolf dimalam hari maka ia tak akan mati(akan diberitahu moderator ketika siang hari), ketika siang hari ia mengetahui dibunuh serigala maka ia akan membuka kartunya dan berubah menjadi Van Helsing secara otomatis (terinspirasi oleh cerita Van Helsing yang menjadi musuh bebuyutan bangsa werewolf). Van Helsing adalah tokoh yang tidak memihak warga juga tidak memihak Werewolf atau segala macam tokoh jahat lainnya, ia bekerja sendirian, maka ia tidak diperbolehkan ikut memilih seseorang untuk dibunuh ketika Hari Pengadilan tiba. Ketika malam pertama setelah ia terbunuh maka Van Helsing akan diperintahkan untuk membuka matanya, kemudian werewolf “dipaksa” untuk membuka matanya juga oleh moderator. MEREKA AKAN SALING TATAP MATA UNTUK PERTAMA KALI. Dan sebagaimana pekerjaan Van Helsing, ia berhak untuk membunuh satu werewolf(maka dari itulah ia tidak punya hak suara, karena ia telah mengetahui identitas werewolf, sangat tidak adil bukan?). Sebagai catatan, Van helsing bisa dibunuh oleh werewolf. Karena ia adalah keturunan khusus, maka ia memiliki darah campuran setengah serigala ketika digigit dan menggunakan obat itu, maka dari itu ia berhak memilih memihak yang mana (dengan membunuh siapa saja yang ia mau satu kali semalam). Dan CATATAN PENTING mengenai kebangkitan Van Helsing, pemilik kartu Wolfbane hanya kebal terhadap Werewolf, tidak dalam hari Pengadilan, apabila dibunuh warga maka ia mati tanpa bisa membangkitkan Van Helsing. Kemampuan Wolfbane bisa dipindahkan, karena ini adalah obat, tergantung kondisinya, (tentu saja ini adalah atas perintah moderator dengan menanyakan pemegang kartu, , biasanya pemain ingin menghidupkan agar kemampuannya tidak sia-sia dengan memberikannya kepada korban werewolf dan ditukar kartunya denga pemilik aslinya). *karakter ini sangat complicated, disarankan agar jangan menggunakan kartu ini sebelum menguasai permainan ini, karena diperlukan penguasaan terhadap keseluruhan permaianan dalam menjalankan “cerita”, serta disarankan menggunakan tokoh ini dengan jumlah pemain diatas 15 orang).

g. Vampir (saya menamakannya Vampiranak) : tokoh ini terinspirasi oleh tokoh di permainan Mafia, vampir, dll ditambah perdebatan seru dengan kawan disekretariat saat sayah ingin menambah karakter baru serta pembicaraan di komen Facebook . mengapa namanya demikian? Karena ini adalah tokoh yang saya ciptakan karena ia adalah hasil persilangan antara Vampir dan Kuntilanak. Hehehehe, (serius ini). Vampir, logikanya, apabila menggigit werewolf tidak akan menjadi masalah karena werewolf akan langsung mati, tapi bagaimana dengan manusia? Maka ia akan menularkan kemampuannya yang menjangkit itu kepada manusia, maka permaianan ini tidaklah seru karena akan dirubah judulnya Vampir v.s Werewolf, hahahahaha. Pada saat itu hasil komen di fesbuk mengatakan bahwasanya si kucing ingin memainkan tokoh Kuntilanak dengan nada bercanda, saya bertanya apa kehebatannya, katanya “ia bisa makan siapa aja, ya werewolf, ya village people, siapa aja yang ia mau, biar werewolf ada musuhnya, hahahaha” . saya terkesiap (halah).....*krik..krik...kriiik* maka saya pun mendeklarasikan tokoh ini saya dedikasikan untuk si Kucing Gembrot. Tugas pemegang kartu ini adalah membunuh siapa saja yang ia inginkan, termasuk werewolf. Menurut cerita karena Vampir adalah pimpinan klan serigala, maka ia berhak mengetahui siapa werewolf, tapi sebaliknya, werewolf tidak mengetahui siapa Vampir sebenarnya. Maka trik moderator adalah dengan mengucapkan kalimat ; “Vampiranak buka matamu. Orang ini adalah werewolf (dengan menunjuk pemain pemegang kartu werewolf). Sekarang kau tahu siapa mereka, siapa yang ingin kau bunuh malam ini?”. *PERINGATAN: ini kartu sangat kompleks seperti halnya Wolfbane, maka jangan memainkan apabila tidak bisa menguasai arah permainan ini, ini hanya direkomendasikan kepada pemain tingkat lanjut yang telah memainkan permainan Werewolf sebagai agenda rutin. Disarankan menggunakan karakter ini jika pemain diatas 15 orang*.

h. Warlock / Merlin (pimpinan penyihir): penggunaan kartu ini sebenarnya sangat disarankan apabila pemain melebihi kapasitas kemampuan moderator (contohnya kayak kasus saya, 27 pemain!!) sangat efektif dalam kasus pengurangan jumlah pemain dalam sekejap !. Sayah mendapatkan tokoh ini dalam permaian Mafia, namun saya modifikasinya sedikit. Kemampuannya sebagai pemimpin penyihir bisa melihat pemegang kartu khusus(maksudnya semua pemegang kartu selain village people adalah kartu berkemampuan khusus) ketika malam pertama. Moderator akan membimbing dengan kalimat pembuka ; “Warlock buka matamu, dan kalian semua pegang kartu khusus, buka matamu!” Warlock akan mengangkat tangannya untuk menunjukan dirinyalah Warlock, dan moderator memberikan waktu beberapa detik untuk Warlock melihat keseluruh pemegang kartu khusus( tentu saja didalamnya ada Werewolf, tapi kan tidak hanya mereka yang buka mata:)). Ketika siang hari datang maka Warlock akan menggunakan kemampuannya. Kemampuannya adalah menunjuk 3 pemegang kartu dan orang yang ditunjuk akan mati dalam sekejap dengan membuka kartu mereka. Resikonya bisa kartu khusus apa saja yang mati dan tidak akan digunakan dalam permaianan. (paling seru kalo yang mati Forbidden love dan The hunter, hehehe, karena yang mati jumlahnya akan bertambah). Dianjurkan menggunakan karakter ini dengan jumlah pemain minimal 15 orang.

i. The Frame (Kedok/kambing hitam) : saya mendapatkan inspirasinya dari permainan Mafia, pemilihan karakter ini didalam Mafia adalah orang yang bekerja kepada mafia dan menjadi alat mereka selama permaianan berlangsung. Ia hanya tau menjalankan tugasnya tapi tidak mengetahui siapa bosnya. Mafia akan memilih salah satu pemain yang akan menjadi Frame mereka, dan tugas moderator mengganti kartunya menjadi tulisan mafia. (karakter mafia tinggal diganti werewolf untuk menyesuaikan). Moderator bisa mengucapkan; “werewolf, buka matamu. Tunjuk seseorang yang akan kau pilih menjadi The Frame kalian” Orang yang kartunya terganti ini sebenarnya hanyalah warga biasa dengan kartu khusus, ia tidak dapat membuka matanya ketika werewolf dipanggil agar ia tidak mengetahui siapa bosnya. Apabila ia terbunuh, warga sangat senang karena mengetahui werewolf yang mati, tapi kemudian moderator akan mengucapakan “ia adalah The Frame, kedok werewolf untuk mengaburkan jejaknya” maka kecewalah para warga, hehehehe. catatan khusus; The frame harus tidak diketahui siapapun kecuali dirinya sendiri dan werewolf, bahkan ketika cenayang ingin melihat identitasnya moderator akan mengatakan bahwa dia werewolf.

j. The Spirit (roh) : saya dapatkan dari sini. Silahkan baca. :). Penggunaan Spirit tergantung dari warga ingin menggunakannya atau tidak. Apabila ingin menggunakan maka pemain yang mati secara otomatis akan menjadi Spirit dan ikut menutup mata apabila diperintahkan seperti pemain lainnya. Ia akan membuka matanya apabila diperintahkan oleh moderator. Fungsinya sama dengan Cenayang, menunjuk seseorang untuk dilihat identitasnya. Warga akan ditanya pada saat persidangan ingin menggunakan jasa spirit atau tidak, jika iya, maka moderator akan memilih seseorang untuk perwakilan spirit dan menunjuk pemain mana saja yang ia inginkan. SPIRIT DILARANG BERBICARA KETIKA MENUNJUK. Kekutannya akan hilang ketika ia menurunkan tangannya (ia bisa mempertahankan tangannya selama mungkin). Dan setelah jasanya dipakai maka Spirit bebas untuk membuka matanya untuk mengikuti permaianan dengan mengawasi TANPA MEMBERIKAN PETUNJUK APAPUN. Trik yang biasa dilakukan biasanya semakin lama menggunakan jasa Spirit maka semakin banyak informasi yang dapat diterima oleh mereka. Bisa dikatakan ini adalah senjata untuk village people dalam mencari siapa Werewolf sebenarnya.

k. The Convert (perubah bentuk) : senjata untuk werewolf ketika penggunaan spirit diberlakukan (supaya adil). Werewolf akan menunjuk salah satu warga untuk dirubah menjadi kawan mereka. Moderator akan mengatakan “werewolf, pilih seseorang untuk dijadikan kawananmu, orang yang saya sentuh adalah werewolf yang baru”.

l. Dr. Jekyll and Mr. Hyde : Familiar dengan tokoh ini? Tokoh ini muncul di cerita The Strange Case of Dr Jekyll and Mr Hyde atau Dr Jekyll and Mr Hyde karangan Robert Louis Stevenson. Bercerita tentang seorang dokter yang melakukan percobaan yang kemudian berakibat merubah dirinya menjadi Manusia Serigala. Malam hari ketika werewolf dipangil ia pun merasa terpanggil untuk bergabung bersama mereka berpesta pora dalam melakukan pembantaian terhadap warga desa. Namun disisi lain ia adalah Penyembuh bagi warga yang terluka. Tugas Dr. Jekyll adalah menyembuhkan satu orang setiap malam tanpa terkecuali, setelah pembantaian terjadi ia pun akan dipanggil menjadi Dr. Jekyll oleh moderator. Karakter ini masih menjadi KONTROVERSIAL TINGKAT TINGGI. Sayah terus terang tidak berani menggunakan karakter ini kepada pemula, hanya untuk pemain yang mempunyai jam terbang yang tinggi saja. Mengapa? Memainkan dua karakter sebagai pembunuh sekaligus penyembuh dibawah tekanan werewolf dan warga sangatlah tidak mudah, saya menganggap permaianan ini serius sekali, maka dari itu saya tidak ingin karakter ini jatuh ditangan yang salah. Beberapa kasus yang terjadi, karakter ini lebih condong memihak werewolf. Misalnya dalam hal menyembuhkan. Karena ia tahu siapa yang dibunuhnya, ketika disuruh menyembuhkan malah ga mau, piye tho,ada dokter ketemu orang yang sekarat kok milih-milih nyembuhinnya. Tapi kalo yang mati adalah werewolf dengan semangat ia mengangguk. Yang lebih parah, ketika saya memancing sampai mana pemahamannya terhadap karakter ini, saya berkata ;”Dr. Jekyll orang ini terbunuh( atau kalo saya lebih extreem,Little Girl terbunuh!) kau ingin menyembuhkannya?” biasanya karena masih merasa bagian dari werewolf ia langsung menggeleng!! Sebaliknya, ketika seorang werewolf dibunuh oleh Vampiranak maka ia dengan semangat mengangguk, karena tidak ingin kehilangan kawan membunuh. Padahal, menurut cerita, ketika Dr. Jekyll sadar, ia tidak ingat apa yang dilakukannya beberapa waktu sebelumnya. Dan sebagai seorang Dokter ia seharusnya menyembuhkan siapapun yang ingin membutuhkan pertolongan karena ia adalah harapan bagi warga desa (di sisi lain ia adalah salah satu momok karena ketika otaknya menjadi Mr. Hyde ia adalah werewolf!) hanya orang yang mampu menggunakan dua karakter dan dalam sekejap merubah karakter yang sangat berlawanan dalam hitungan detik yang sanggup menyandang kartu ini. Terus terang saya sangat merekomendasikan untuk TIDAK menggunakan karakter ini dalam frekuensi yang sering.

m. Police( polisi) : sebenarnya hanya sebagai penambah intrik cerita, tugas polisi adalah menangkap seseorang pemain. Sayah yang menciptakan karakter ini. Orang yang ditangkap oleh pak polisi akan menutup matanya, tidak mengikuti permainan sampai pagi berikutnya. Orang yang ditangkap tidak memiliki hak suara, tidak bisa dibunuh, tidak bisa membunuh, tidak bisa mengaktifkan kartunya, pokoknya vakum satu putaran. (yang paling repot kalo pemegang kartu polisi adalah werewolf, biasanya dia nangkap temennya supaya gag dibunuh dalam keadaan mendesak, hehehe, atau Forbidden love untuk menyelamatkan pasangannya dari pembunuhan).

(edit) o. Politican:  karakter tambahan ini sayah dapat dari file yang tak saengaja saya unduh, hehehehe. polotocan dapat "membeli" 1 suara pemain setiap malam, penggunaan yang tepat karakter ini bisa membuat warga desa memenangkan permaianan,  karena semakin lama ia bertahan, semakin banyak pengikut yang ia "beli" untuk mengikuti suaranya. peraturannya adalah, pemain yang telah dibeli HARUS selalu mengikuti suara politican setiap pengambilan suara.

(edit) p. Bomb/Terorist/Sucide Bomberman: pemakaian kartu ini sangat simpel, apabila pemegang kartu ini terbunuh, bagaimana pun caranya ia terbunuh, maka kartunya akan meledak, pemain di kiri dan di kanannya ikut meledak. hahahahahhahahahaha


Yah seperti itulah kesibukan sayah sekarang, sayah dipanggil bapak dosen oleh kawan-kawan yang menikmati permainan ini, hehehehe. Mereka mengangap serius sekali permainan fikiran dan karakter werewolf. Biasanya sih kita mainnya malam sabtu atau malam minggu, karena waktunya lebih panjang(soalnya besoknya gag ada kuliah sih). Bisa sampai subuh mereka bertahan kalo udah main ini. Bahkan tulisan ini sayah buat semata-mata jika mereka ingin menyebarkan virus kepada kawan-kawannya diluar sana bagaimana perasaan deg-deg an ketika mendapatkan karakter khusus didalam permaianan ini atau jika mereka ingin menikmati permainan dengan membaca lebih dalam karakter yang ada didalamnya. Sangat menyenangkan memang, tapi ya itu, kadang sampai lupa waktu. Siapa sih yang gag mau membunuh seseorang tapi yang dibunuh bisa hidup lagi bahkan dibunuh berkali-kali atau membunuh balik?, hehehehe.*hasrat ingin membunuh orang yang sudah tersimpan lama. kikikikikikik*

Ga nyangka aja, hanya permainan yang saya anggap sederhana penghibur pesta ini, saya bisa membuatnya sangat menarik dan mereka yang menikmati permainan ini merasakan tidak ada gap diantara mereka sendiri, tidak bicara angkatan, fakultas, jurusan, tua, muda, pemabuk, gender dan segala macam tetek bengek lainnya, tujuannya satu; Sama-sama menikmati permainan yang menguras otak dan strategi ini. Untuk kalian yang aktif di organisasi, permainan sangat bagus untuk menarik massa dan mengakrabkan diri dengan sesama pengurus atau calon pengurus. Yah itung-itung supaya kegiatannya gag monoton denganmenampilkan kegiatan yang menarik! (asal jangan lupa waktu ya.

Untuk sejarah, dan segala macam link yang mendukung bisa langsung lihat disini yah. Seperti kata-kata “mahasiswa” sayah. AYOOOK KITA WEREWOLVING!!!

Selamat membunuh.:D
Read more

Kamis, April 22, 2010

Napak Tilas Kampung Halaman Mamak

Rencana ini sudah dirancang jauh sebelum sayah menjejakkan kaki dirumah. Sejak sayah masih di Cikandang tepatnya. Dengan alasan tertentu, Abah dan Mamak merencanakan ingin membuat selametan sayah sepulang dari program dirumah keluarga sayah yang ada di Kampung Jambuk, Kecamatan Bongan, suatu tempat yang biasa orang kami sebut Tanah Hulu. Sejak kecil sayah hanya tau nama daerah tanah hulu ini cuma dari cerita saja. Banyak cerita menarik yang berasal dari daerah antah berantah ini, salah satunya adalah apabila terlihat disungai Mahakam udang-udang sungai naik sampai kepinggir rumah dan sangat mudah ditangkap menggunakan tangan, maka sudah bisa dipastikan penyebabnya adalah air disungai Mahakam di Tanah Hulu penyebabnya. Air “kiriman” ini menyebabkan udang didaerah hilir “mabuk” (mungkin mengandung alkohol,, hehehhe, becanda). Cerita-cerita seram alias horror atau biasa kita sebut Cerita Hantu Orang sangat terkenal berasal dari tanah hulu juga, karena masyarakat disini masih jarang dan masih dikelilingi hutan yang sangat lebat diseluruh desanya. Apabila malam datang, orang-orang tidak mau bepergian sendirian, bahkan orang tuanya pun seperti itu,, serem katanya, suka digodain demit. kan ga keren sekali kalo mereka malem-malem tereak-tereak sambil lari terus ketika ditanya mereka menjawab “digodain demit cewe, diajak dangdutan” ih, najis banget lho... heheheheh. Cerita hantu yang saya dengar dari orang tua dan paman-paman saya juga kebanyakan yang pernah mereka alami sendiri selama mereka masih dikampung ini sebelum mereka pindah ke Sungai Mariam, daerah kami tinggal sekarang.


Perjalanan kami kali ini sebenarnya hanya sekedar Nazar dari orang tua sayah untuk membacakan Yaasin ke makam orang tua nenek dari Mamak sayah. Salah satu bagian terberat adalah pada saat keberangkatan dari rumah, dimulai pada pukul 4 pagi! Gila ajah, lah sayah malam sebelumnya nonton film sampai semaput gitu kok,, jam 2 subuh baru kelar nonton film Chipmunks 2 dan mengulang kembali (untuk kesekian kalinya) film yang meraih nominasi Film terbaik Oscar, Lord Of The Ring (Return To The King). Dengan kondisi setengah sadar kami pun berangkat, sayah, Mamak, Abah, Dilla, Nenek Heru, Nenek Fika (nama-nama nenek ini bukan nama sebenarnya, ini diambil dari nama anak-anak mereka agar lebih mudah membedakannya), Mbo Noy, 4 ponakan sayah, Fika, Linda, Edho dan Aya. Dengan menumpangi mobil pick up punya abah yang langsung dapet AC (Angin Cepoi-Cepoi) di bak belakang, alhasil sepanjang jalan sayah malah sukses tetidur dan terbangun ketika mendekati Kota Bangun, tempat persinggahan pertama. Disini kami mampir untuk berkunjung ke makam Dato’ laki dan mempir dirumah keluarga tepat disamping pelabuhan persinggahan di Kota Bangun. Wuiiih,, pemandangannya asik sekali,, nonton warga sekitar yang asik duduk di folder berjejer untuk mancing di sungai Mahakam. Kabar yang beredar, ikan Patin, salah satu ikan yang terenak yang ada di Sungai Mahakam, banyak terdapat disungai ini dan sangat mudah dipancing dengan menggunakan pentol!!! Yak, benar sodara-sodara, pentol yang itu, yang banyak dikonsumsi oleh anak-anak sekolahan itu ternyata sangat laku juga di Sungai Mahakam, hahahahahaha,, (pantas banyak orang jualan pentol disini!)


Perjalanan menuju persinggahan selanjutnya agak sulit untuk tidur seperti persinggahan yang pertama, secara mobil yang ditumpangi adalah mobil open cab, yah, maklum sajalah kalo sengatan sinar matahari menjadi salah satu resiko perjalanannya, huhhuhuhuhuhuu. Setelah beberapa jam kami melakukan perjalanan (dan badan sayah sukses gosong!), Abah dengan mendadak memberhentikan mobil tepat disamping pohon besar disamping jalan, ga taunya sudah jam makan siang,, hahaha, maka, piknik mendadak pun terjadilah siang itu, dibawah pohon rindang dan lahan yang lumayan luas untuk duduk-duduk dibawahnya, maka kami pun siap menyantap makan siang. Namun ada yang kurang, ga ada selimut, terpal atau sejenisnya untuk alas makan kami ditanah, tapi saya gag habis akal, kebetulan saya membawa sleeping bag sayah dan menggunakannya untuk alas saya tidur siang,, hahahahahahha,, tapi melihat saya enak sendiri, Abah, Mamak dan para ponakan pun ikut mengganggu, saya ditendang keluar dan mereka mengaduk-aduk tempat tidur siang sayah, Abah malah makan diatasnya dan sedikit menumpahkan air Tape di atasnya,,, waaaaaaaaaaa,, tempat tidurkuuuu.. hiks..hiks..


Sambil terus mereatapi sleeping bag saya yang akan menjadi sarang semut dan ntar malam pasti gatal-gatal kalo sayah pake tidur, makan siangpun selesai dan kami siap melanjutkan perjalanan lagi,, huffhh masih ada 2 kecamatan lagi yang harus dilewati..


Bongan, adalah salah satu kecamatan yang lumayan besar didaerah Kutai Barat, namun dengan kondisi masyarakat yang sangat jarang, dan masih dikelilingi hutan kayu adalah tempat yang lumayan membosankan, serius!. Namun ada beberapa hal yang menarik yang ada disekitarnya. Pertama, masih banyak terdapat monyet liar berlompatan dihutan samping jalan, bahkan sampai nyeberang jalan,, hahahaha,, kayak dikebun binatang aja, dan masih buanyak beberapa binatang liarnya disana (kabarnya masih banyak pelanduk diseketar sini, sejenis binatang seperti moose atau rusa yang biasanya kepalanya dijadikan dekorasi rumah dan dagingnya lezat sekali). Kedua, sepanjang kecamatan ini tidak ada listrik! Yang saya maksud benar-benar tidak ada listrik adalah, tidak ada tiang PLN atau penyalur tenaga listrik lainnya untuk mendukung asupan listrik untuk warga di sepanjang jalur ini. Yang saya heran adalah, dirumah keluarga sayah ada tipi!,, waduh. Ternyata untuk mendapatkan listrik, masing-masing rumah harus mengusahakan sendiri bagaimana mendapatkannya, salah satunya adalah menggunakan generator set. Ketiga, terdapat sungai yang cantik sekali dibelakang rumah ini, dengan dikelilingi jurang disekitarnya, ditengah-tengah terdapat sungai yang biasa dipakai untuk MCK oleh warga sekitar, ndeso sekali,, hehehe, dan warna iarnya juga COKELAT SEKALI! Sungai ini adalah aliran sungai Bongan yang terus menuju Sungai Jempang yang terkenal dan dilanjutkan ke Sungai Mahakam.


Perjalanan kemudian dilanjutkan ke tempat makam keluarhga untuk mengirimkan do’a kepada Dato’ bini. Ternyata eh, ternyata, kuburan-kuburan tersebut terletak di belakang rumah pertama Mamah saya waktu masih kecil, hehehhe, tapi sayang kondisinya seperti kena angin topan didalam rumah, kasian sekali.. Ini beberapa foto dilingkungan rumah orang tua saya (plus kuburan keluarga)



beberapa dokumentasi yang sempat saya jepret menggunakan kamera hape soner saya (yang nyatanya kualitasnya jauh lebih jelek dari kamea DSLR!!!) di CEKEDOT aja deh..



ni foto tempat mainnya mamak waktu kecil (mamah tampak belakang)









nah yang ini tempat mainnya mamak juga (mamah tamak depan *tetep aja gag keliatan,, hehehe*)













rumahnya mamak dilahirkan dan tumbuh besar (liat gag???yang sebelah kiri ketutup pohon ituh,,  yang kayak kandang ayam)









mamak masuk kerumahnya nih








 nah inilah keadaan rumah yang lebih tepatnya bangunan yang yang kena angin puyuh dari arah dalam,, hehehhehe









yah itulah kisah yang udah lama banget pengen saya postingin,, ni tulisan keknya udah lumutan di lektop sayah,, yaudah,, sayah mau nulis lagih,, *kali ini berusaha untuk tidak terlalu kadaluarsa*
Read more

Senin, Maret 15, 2010

Selanjutnya Adalah Musibah!





Seperti biasa, entah kutukan atau apa, kemanapun kaki melangkah saya selalu saja disertai dengan musibah yang anehnya ada saja yang menarik untuk di ingat dan diceritakan. Hari pertama di jogja ditandai dengan kehilangan kunci motor pada saat motornya masih menyala dan berjalan melintasi kota Jogja! Fantastis!
Kejadiannya seperti ini, hari pertama kami menjejakkan kaki di Jogja pada pukul 4.30 pagi dengan kepala masih puyeng akibat terngiang-ngiang teriakan penjual getuk asli Purwekerto (so what kalo dari Purwekerto Mas!). dari stasiun kami langsung meluncur kekontrakkannya abang mas Danar untuk istirahat sejenak, karena fikiran masih melayang-layang, kami pun pergi mencari warung kopi terdekat untuk menyegarkan otak yang sedikit keruh ini. Segeeeer!!! Sampai pukul 6 pagi pada saat orang-orang perlahan bangun untuk melanjutkan rutinitasya, kami malah pulang untuk melakukan ritual yang tertunda dikereta api tadi, yak tepat sekali sodara-sodara,  tidur!

Terbangun pukul 12 siang dengan keadaan setengah teler akibat kelelahan kami pun ditraktir makan siang kemudian lanjut jalan-jalan menikmati kota Jogja menggunakan 2 sepeda motor milik keluarga mas Danar. Mas Danar yang bertugas sebagai tuan rumah mempunyai tanggung jawab untuk mengantarkan kami kedaerah-daerah yang pantas untuk dikunjungi. Tujuan pertama adalah Malioboro, setelah puas dengan belanja seadanya untuk baju ganti agar terlihat membaur dengan warga sekitar, kamipun pergi melanjutkan perjalanan ke Alun-Alun nan gersang di sekitaran Keraton, karena Keratonnya sedang tutup karena ada kegiatan di sekitarnya maka kami puas untuk melotot di daerah tandus tersebut menonton orang-orang yang lalu-lalang. Kebetulan pasar baju bekas yang hari sebelumnya tampak digelar disana telah siap untuk bongkar muatan untuk pindah ketempat lain.

Perjalanan selanjutnya adalah Taman sari, alias tamannya raja jaman dahulu kala. Disinilah musibah itu datang. Motor yang saya kendarai bareng Adit dari Alun-Alun tampak berjalan mulus sampai ke parkiran Taman sari, permasalahannya adalah, ketika sampai disana saya bingung untuk mematikan mesin motor saya, padahal anak TEKA pun tahu cara mematikan mesin motor, namun saya tetap tidak sukses mematikan motor tersebut karena ternyata kunci motornya HILANG ALIAS RAIB  dari tempat kontaknya! Sangat fantastis menurut saya, karena motor tersebut bisa sukses mencapai sana tanpa menggunakan kunci. Jika pintar, pada saat motor masih menyala saya kembali lagi menyusuri jalan yang saya lalui, jika tidak berhasil saya ketempat tukang kunci untuk membuatkan kunci barunya. Itu jika saya adalah orang yang pintar, Ketololan saya adalah mematikan kunci tersebut dengan kunci motor yang dipakai mas Danar dan kemudian TIDAK BISA KEMBALI LAGI! Setelah kembali 2 kali bolak balik dicari oleh saya dan mas Danar secara bergantian menggunakan motor yang satunya lagi dan hasilnya nihil, alhasil solusinya adalah mendorong motor tersebut sejauh 7 blok untuk mencari tukang kunci! Baguuuuus,, semakin besarlah telapak kaki sayah.. what a shame.

Hari kedua Kucing gendutku datang menjemput. Katanya kangen luar binasa tidak menyurutkan niatnya untuk menjemput pangerannya yang ganteng dan cacat mental ini, hehehe. Setelah melepas rindu lama tak bertemu, Perjalanan dilanjutkan dengan niat hunting foto-foto di kisaran Borobudur. Perlengkapan lengkap, motor stand by, kamera DSLR udah siap 3 biji (punya mas Danar, Adit dan Kucing, saya Cuma numpang keren doang, hehehehe, maklum orang kere), amunisi penuh, badan wangi dan matahari bersinar terik (tidak lupa basahin jambul). Mantap! Perjalanan memakai sepeda motor tidak sampai setengah jam dan hujan pun mengucur dengan derasnya! Ketek! Gagal total.

Malemnya nge-jamu ke House of Raminten dekat kantor Kompas. Setelah banyak tertawa melihat menu yang disajikan dan pakaian  pelayan cewenya kayak jualan badan dan cowonya kayak gigolo kampungan, saya memesan teh Jahe karena badan saya meriang kedinginan ( ada judul jamu “susu perawan nancep” jamu segala macem dari obat kuat sampai obat panu, dan edisi spesial untuk kaum Adam yaitu pijat tradisional dengan ramuan khusus yang dipijet oleh mbak-mbak sexi, noughty, bitchy gitu deeeh). At least, nongkrong di tempat ini buat hari saya gag terlalu buruk lah, tempatnya Cozy banget, tapi sayang tempatnya diimbangi dengan pelayanannya yang amburadul. Kasian mas Danar, udah mesen nasi kucing porsi double gag pake telor, 2 jam gag dateng-dateng juga, padahal makanan kami udah ludes semua (saya mesen pisang pake mises seres SATU BIJI harga 5 ribu, Damn!).

Hari ketiga niat untuk berburu foto di Borobudur pun tercapai, berbekal pengalaman pahit kehujanan hari sebelumnya, Kucing ber-inisiatip untuk menyewa mobil yang bisa bawa kita semua keliling Jogja. Rute Borobudur-Prambanan-Kota Gedhe-Parang Tritis dan kembali ke Malioboro dijadikan target satu hari full kita jabanin, tidak ada kejadian bodoh hari ini kecuali pada bagian akhir Adit hampir di tarik penunggu pantai Paris (parang Tritis) untuk dijadikan qurban karena nekat mau naik karang ditengah arus deras untuk mengambil foto pose bertapa ala Ki Joko Bendot diatasnya. Ga banget!

Hari keempat saya dan kucing dikerjain tukang becak ketika ingin mengambil foto di Keraton. Setelah penawaran alot kami bisa mendapatklan harga 3ribu perak untuk keliling tempat bakpia, dagadu dan keraton. Masalahnya disana kami gag mau belanja bakpia dan gag mau belanja di Dagadu, secara di malioboro jauh lebih murah. Jadi kami minta langsung  diantar ke Keraton dan minta ditungguin pulangnya, eh, malah ditinggal sama tukang becak sialan itu, untung belum dibayar. Ternyata usut punya usut, para tukang becak memaksa dengan rute pergi ke tempat bakpia dan Dagadu itu akan mendapatkan persenan dari penjual jika pelanggannya membeli produk-produk disana. Pantes saya ditinggal, lah saya gag ada beli apa-apa langsung ke Keraton, udah gitu kami didalam ada kali sekitar 2 jam untuk nyari spot foto yang aduhay. Tukang becak mana yang mau nunggu segitu lama dan menderitanya hanya untuk 3ribu perak?

Malemnya adalah malam terakhir di Jogja nyari makan gudeg masih dikisaran Alun-alun di tempat perkampungan jual gudeg dan kemudian dilanjutkan menonton paduan suara dan marching band untuk memperingati malam ulang tahun UII (Universitas Insya Allah Islam) dibundaran Tugu Serangan 11 Maret. Baru selesai acara yang pertama, bahkan EMSI pun baru masuk membawakan acara, cuaca tampaknya kurang bersahabat dan tiba-tiba saja langit runtuh dengan menumpahkan  bergalon-galon air ke kepala kami. Jadilah dalam hitungan detik kami basah kuyup macam kucing diguyur air sebaskom. Kasian si Kucing baru beli sandal bulu udah lepek lagi,, hahahha.
*ampun cing, jangan ketok lagi palanya sayah*
Hari terakhir di Jogja dibuka dengan sarapan dipasar Bringinharjo pada pukul 10 pagi dilanjutkan dengan shopping terakhir di Malioboro dan Mirota batik kemudian harus check out dari home stay pada pukul 12.00!

Seluruh perjalan saya di Jogja bisa dibilang tidak terlalu buruk dan tidak terlau baik juga, mengingat keadaan jiwa saya yang masih shock setelah program dan berbagai macam musibah yang menimpa. Keep fight alligator.


*Catatan kaki setelah dari Jogja*
Dengan berniat sekali menantang panasnya Indonesia, saya menggunakan A1 kebanggaan untuk diperlihatkan kepada orang tua saya atas wujud terima kasih dan pengabdian saya kepada mereka yang akan menjemput saya di Bandara Sepinggan. Penerbangan delay 1 jam karena badai (lagi-lagi hujan mengacaukan liburan saya di Jogja sampai detik-detik akhir) dan setelah tuntas membaca surat Al-Fatihah dan ayat kursi karena pesawat yang berguncang hebat memasiki awan hitam, pesawat kecil ini sukses mengudara dan siap mendarat di Balikpapan satu setengah jam kemudian. Kebahagian mereka tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata ketika melihat saya memasuki ruang pengambilan baggage dan keluar menyambut mereka. Saya dihadiahi ciuman dari Abah, Mama, Nenek Omon, Acil, Paman, Melli Ponakan sayah dan Adik kesayangan sayah, Fadhilla.
Namun kebahagiaan ini tak berlangsung lama, mobil berjalan dari bandara menuju rumah sayah melewati rumah nenek sayah untuk mengantarkan paman dan acil sayah pulang di daerah Samboja, 2 jam kemudian musibah datang (LAGI!). tercium bau menyengat yang membuat saya memandang tajam kearah Fadhilla yang duduk disamping saya. Fikiran saya adalah, ni anak kurang ajar banget, udah gag boker 2 minggu yah!namun setelah lumayan mabuk dengan bau tersebut, kami baru sadar kalo kampas kopling mobil sewaan keluarga sayah hangus terbakar, dan kami pun terpaksa berjalan kaki dan sedikit mendorong ketika melewati bukit kecil karena mobil mengeluarkan bau ban terbakar dan menggerung-gerung tidak kuat berjalan lagi, macam kakek tua yang dipaksa sprint oleh cucunya. Mobil kami stuck ditengah jalan antah berantah dimana semua warung tutup dan rumah orang juga saling berjauhan dan terkunci. Yang jadi masalah adalah, terakhir kami makan itu ketika sarapan pagi harinya di pasar Bringinharjo 11 jam sebelumnya! Dengan kondisi kelaparan dan terlantar sayah menunggu jemputan sekitar 2 jam untuk menderek mobil kami.

Tapi jangan kira musibah yang menimpa sayah” cuma” sampai situ, karena mobil yang menderek kami terlalu kencang jalannya, maka mobil mogok yang dikendalikan oleh Abah saya (saya dan paman saya tinggal dimobil ini mengorbankan nyawa, hehehe) dibelakangnya kalang kabut menstabilkan jalan mobil dengan menginjak pedal rem sepanjang jalan, mungkin karena terlalu panas, besi di velg mobil yang menempel piringan rem disana menjadi terlalu panas dan membuat ban mobil itu pecah!
Alhasil kami sampai dirumah nenek Omon sekitar pukul 2 dini hari dan mencari cara pulang kerumah pagi hari setelah beristirahat, padahal malam ini kami diminta langsung mampir kerumah neneknya si Kucing begitu sampai di Samarinda untuk menghadiri selametan yang besok mau berangkat Umroh. Maaf ya nek!
Dan disinilah saya, terperangkap pada pukul 4 dini hari diruang tamu keluarga paman Udin mengetik serentetan musibah yang menimpa saya selama beberapa hari ini yang membuat sayah Insomnia Tingkat Lanjut. Fak!
Read more

Kehilangan Terbesar Sayah





*menghirup nafas panjang*

Hard disk sayah rusak, itu kabar pertama yang ingin sayah kasih tau. Dan sekedar info, semua foto saya dan segala macam dokumen udah ada disana sejak sebelum program dimulai sampai program hampir selesai hilang tak terbaca. Seperti yang selalu terjadi apabila kita kehilangan barang berharga, kita pasti akan dilanjutkan dengan kehilangan barang berharga berikutnya. I-pod touch sayah ilang dicuri ketika saya lagi ngajar kursus bahasa inggris dirumah keluarga angkat sesaat sebelum program ini berakhir juga.

Saat ini saya baru aja kembali dari mengantar partisipan Kanada kebandara untuk take off kembali kenegaranya, yang berarti program pertukaran pemuda yang saya ikuti selama 6 bulan ini secara official selesai.  Hal ini mengisyaratkan bahwasanya saya juga harus berpisah dengan counterpart saya, Sebastian (diakui apa tidak, dia adalah bahan yang sangat bagus sekali saya cela untuk bahan tulisan saya, hehe, sorry Seb) Ini tentu saja membawa kehilangan lainnya, yang pertama adalah kehilangan keluarga angkat yang sangat luar biasa, bahkan saya gag bisa mengungkapkannya dengan kata-kata betapa mereka membawa dampak yang sangat positif bagi saya selama mengikuti second phase di Indonesia. Makasih banget buat pak Budi, Mamah Ina , Diki, Teh Eva, A Nano, pak Iyep, Mah Ita , Teh Anti dan suami beserta Nazka, dan Adam. Makasih udah menganggap sayah sebagai anak sendiri dan memaklumi ketololan dan keteledoran saya (sampai hampir salah celana dalam dan berkali-kali diteriakin karena dompet dan hape ketinggalan).

Kehilangan selanjutnya adalah komunitas desa Cikandang yang kadang-kadang suka membuat saya geli sendiri melihat tingkah laku warganya. Terus terang desa ini mempunyai nilai unik tersendiri dihati sayah. Pak kades yang berkali-kali kami buat jungkir balik karena ikit-ikutan dibuat repot mengurus program-program kami, pak entis yang saya pinjam sepatu bolanya untuk membawa nama desa dalam pekan olahraga cikandang sampai penuh lumpur ( maaf pak, sepatunya saya lupa cuci!), mang uloh yang multi talenta, beliau adalah hansip desa cikandang, komentator pertandingan (komentator yang paling cepat ngomongnya dan terheboh yang pernah saya temui) serta pelawak sekaligus penangkap ikan waktu kita kemping dipantai Sancang di daerah pantai selatan, A dedy dan A budi yang bercita-cita ingin jadi wasit sepakbola yang sukses, anak-anak SD cikandang 1, 2 dan desa Margamulya yang hebohnya minta ampun kalau partisipan melintas SD mereka. Anak-anak TK mutiara yang lebih hafal lagu ST 12, KANGEN BAND (huek), ARMADA dan kawan-kawan seperguruannya dibanding lagu-lagu daerah. Dan terakhir adalah para Host Families yang sudah membuat perut kita buncit gag keruan karena setiap kita mampir kerumah partisipan gag akan diijinkan keluar pintu apabila tidak makan dulu . (bayangkan jika kita mampir kerumah seluruh partisipan ketika debriefing phase ke-2 yang planningnya adalah mengunjungi seluruh rumah peserta, mampus!)

Kehilangan terbesar tentu saja adalah kehilangan saudara-saudara seperjuangan saya yang dari Sabang sampai Merauke.  Bahkan ketika mengetik ini pun saya masih merasa shock harus berpisah sama mereka. Bahasa lebainya tu yah, kita udah senasib sepenanggungan, susah senang, sedih ketawa bareng, koprol, dihukum push-up, gila-gilaan selama 7 bulan bersama termasuk PDT sampai akhir program dari bangun tidur sampai mau tidur dan bangun lagi yang sayah liat adalah muka mereka. Shock yang menimpa saya sampai saat ini adalah karena kita harus berpisah lebih capat dari yang udah ditentukan.
Begini ceritanya, seharusnya selesai program itu ditentukan ketika peserta dari Kanada pulang kerumah masing-masing, namun dari pihak alumni berniat akan memberikan perpisahan sekaligus pengukuhan menjadi alumni kepada peserta program dari Indonesia seperti tradisi sebelumnya. Namun sayang, karena kesalahan bodoh yang dilakukan antara pihak Alumni dan pihak Menpora maka acara itu batal, dan rencana perpisahan terpaksa juga dipercepat. Maka dampak yang paling terasa pada saat itu tertuju kepada peserta Indonesia yang langsung kena serangan shock tingkat tinggi karena harus mengucapkan perpisahan saat itu juga. Maka pecahlah semua air mata karena kita harus meninggalkan hotel dan seluruh peserta pada detik itu juga, soalnya Menpora hanya membatasi menginap sampai pukul 11 siang dan kita mengetahui kabar itu pada pukul setengah sebelas siang setelah mengantar pulang peserta dari Kanada. Maka untuk membuatnya “sedikit berkesan” kami memutuskan untuk tinggal dijakarta satu hari lagi agar malamnya bisa makan malam bersama untuk terakhir kalinya. Maka dikumpulkanlah orang-orang yang masih bisa stay di Jakarta sebelum pulang ke daerahnya masing-masing di asrama mahasiswa Sulawesi Selatan disekitaran jalan Pegangsaan didepan tugu proklamasi. Setelah terkumpul semuanya, yaitu saya sendiri, Mas Danar, Mambri, Aal, Dian, Suci, Galih, Grace, El, Naje, Risna, Putri, dan yang terakhir Adit minus Hendri yang tampaknya sibuk sekali sejak menjejakkan kaki di Jakarta kita semua menuju Hotel Garuda yang ada disekitaran pasar Senen, Galih yang orang tuanya tajir mampus itu mengirimkan om nya untuk membukakan 5 kamar sekaligus untuk kita menginap!!
Makan nasi goreng disampaing jalan, sambil bercanda, minta request lagu sama pengamen, tertawa, menangis dan jalan-jalan dikota jakarta malam itu tidak mengurangi rasa kebersamaan  kami. Dan puncaknya adalah Project Supervisor dari Indonesia yaitu Ka Acho dan Ka Ainis datang mengunjungi kami dengan membawa Durian yang gag bisa saya hitung sangking banyaknya, dan berpestalah kami malam itu, mabuk Durian!!! Wakakakakakkaka. Kemudian terbersitlah ide untuk pengakuan dosa semua pelanggaran yang pernah kami lakukan selama program ini. Banyak kejadian mengejutkan dan kebohongan yang bau busuknya berhasil ditutup-tutupi oleh kami, dan yang menjadi MAN OF THE MATCH malam itu adalah Galih,, ni anak emang 100% penjahat dah nakalnya. Pantas dia minta terakhir yang ngomong karena ternyata cerita kejahatan dia membuat anak-anak dan Project Supervisor hanya bisa melongo dan menyumpah. Hahahahahhaha.

Jadi begitulah jadinya sekarang, everything come and go like fly, there’s nothing left just memories. Dan sebagai pengobat rasa sakit hati dan kesedihan saya, sekarang saya kabur ke Jogjakarta jadi gelandangan bersama Adit dan mas Danar. Entah apa yang akan saya lakukan lakukan disana masih tanda tanya besar, karena saya tidak tahu menahu Jogja, dengan bermodal moncong besarnya mas Danar (yang emang terlahir bermoncong besar) yang katanya punya abang didaerah uptown Jogja. Lumayanlah, dengan kenekatan tingkat tinggi karena uang dikantong yang semakin lama semakin menipis, sayahpun sekarang sudah ada dikereta ekspres kelas eksekutip duduk manis disamping pak masisnis yang berkumis tipis. Hehehehe.
Satu hal yang membuat cacat perjalanan ini adalah para jualan Getuk dan kawan kawan yang berteriak disamping pintu kompertemen karena tidak bisa masuk kedalam kabin kerena ini adalah kelas eksekutip. Mungkin karena hal itulah merka berteriak dengan semangat 45 untuk membangunkan para penumpang pada pukul 3 pagi. Jancok!! Tidur lelap saya terganggu oleh teriakan “Getuk .. Getuuuk!!,, Kopiii.. kopii..!! Nopiaaaaaah!!” canggihnya mereka berteriak dalam birama 4/4 antara suara satu sampai tiga, hehehehhe. Adit yang terbangun kaget karena suara teriakan mereka bertanya kepada salah satu penjual getuk.
“pak, ini udah sampai daerah mana ya?.”
Dan penjualnya pun menjawab
“Getuuuk goreeeng asli Purwekertooo!”
Terjawablah sudah.
Seperti kata guru ngaji di kampung sayah, kehilangan adalah teguran Tuhan, agar kita lebih selalu mengingat-Nya.



*catatan kaki sedikit kejadian beberapa jam sebelum pergi ke Jogja.*
sayah dan Danar bingung dan terlihat goblok sekali  berduaan dikamar hotel (karena jam 1 siang harus check out sedangkan tiket kereta apinya jam 8 malem) setelah perpisahan dengan anak-anak yang lain pagi harinya. Danar kemudian mengambil inisiatip untuk menelpon mba Firlana, salah satu alumni program di Jakarta yang sukses bekerja disalah satu NGO yang lumayan besar di gedung Intiland Tower Jl. Jend Sudirman, dengan niat minta pertolongan. Gayung pun bersambut, kami disuruh beliau untuk datang kekantornya dilantai sembilan dan kemudian diajak makan siang direstoran Cina yang sangat fancy sekali. Halah! Jiwa anak kos saya pun keluar, tidak mau rugi, saya dan mas Danar memesan makanan se enak jidat aja, walawpun bahasanya saya gag ngerti, saya pesen makanan yang namanya paling panjang di menu . (karena biasanya kalo makanan enak namanya tuh panjang dengan bahasa yang ngejelimet, dan biasanya tebakan saya selalu benar, hehehheha). At least, today is not too bad, met and greet with her little bit decrease my sadness about the farewell.. apa coba..
Read more

Mitos Kaki Gajah






Apa salah satu hal paling menarik selama gaul sama bule selama 6 bulan? Jika muncul pertanyaan seperti itu maka jawabannya adalah kemana-mana sukanya jalan kaki. Diakui apa tadik kita sebagai orang Indonesah emang sukanya kemana-mana tuh simpel. Kalo ada motor nganggur, kalo mau kewarung depan yang jaraknya hanya 100meter tuh asiknya emang pake motor, alasannya simple, takut kena panas supaya kulitnya putihan (hei!! Sampeyan tinggal dinegara yang mataharinya tuh nyengat dari terbit sampai terbenam!) alasan lain ya ituh tadi,, males jalan atau yang paling lebai,, takut kakinya kayak gajah,, halah!. Beda dengan bule-bule ituh, mereka akan memanfaatkan kesempatan jalan kaki kemanapaun dan dimanapun, lah wong jarak antara RW 1 samapi RW 13 di desa Cikandang noh 5km, lah mereka enjoy aja jalan kaki buat ngunjungi satu sama lain . dan parahnya juga mereka pernah pulang jam 10 malem dan tentu saja , jalan kaki! (kalo ini sih keknya karena gag ada kendaraan yang ngangkut jam segitu, hehehe)

Alasan diplomatisnya adalah jalan kaki baik untuk kesehatan dan baik untuk environtment (ngerti ga loh?). Diluar negeri sana, waktu saya melancong ke Kanada, memang perbandingan bentuk trotoarnya yang jauh  lebih besar (dan penggunanya jauh lebih banyak!). coba bandingkan dengan trotoar kita di Indonesah. Pertama, fungsi trotoar yang seharusnya sebagai tempat pejalan kaki malah digunakan sebagai tempat jualan pedagang kaki lima.Kedua, trotoar dijadikan “jalur alternatip” pengguna kendaraan bermotor untuk memotong jalur ketika macet dan banjir, tak heran banyak trotoar yang kita lihat hanya berbentuk gumpalan batu yang berserakan karena dihantam bobot kendaraan bermotor. Masalah banjir inipun menjadi masalah lain. Tapi kali ini kita gag ngbahas banjir dulu,, bisa panjang urusannya.

Mungkin emang karena kebudayaan kita yang sukanya santai relax dan maunya enjoy serta gag mau repot, makanya gag bisa disalahkan juga kalo orang Indonesah tuh jalannya lambaaat banget dibandingkan dengan bule-bule. Kalo udah urusan hiking, atau menuju tempat tertentu  yang lumayan jauh dan kemudian harus ditempuh dengan jalan kaki, tak heran kalau “hampir semua” Indonesian pasti tertinggal jauh dibelakang. Dan ketika sampai pada tempat kejadian perkara (hehe) kita pasti pada tepar kecapean, atau minimal keram kaki lah. Budaya  jalan kaki ini disinyalir karena perbedaan suhu, tempratur dan musim yang sangat berbeda antara negara-negara yang masuk dalam bagian 200 LU dan 200 LS dan diluarnya. Semakin mendekati kutub, semakin kencanglah jalan mereka, karena mereka harus berjalan ekstra cepat untuk menghangatkan badan didalam terpaan dinginnya musim  winter dan sebaliknya, semakin ketengah semakin lambat dan semakin malas orang-orangnya karena sengatan matahari yang kelewat overdosis yang membuat pejalan kaki menghemat tenaga mereka untuk mencegah keringat berlebih dan dehidrasi.

Karena kasus “jalan-kaki-kayak-keong” inilah yang sempat menimbulkan ketegangan urat emosi antara Indonesah dan Canada ketika kita manjat gunung api aktif Papandayan (pada ngiri kaaan,, hehehehe). Udah tu bule kakinya pada jangkung dan langkah nan panjang-panjang ditambah jalan yang cepat pulak, hah! Saya yang hitungannya emang hobby hiking dan manjat gunung aja masih diurutan tengah-tengah, padahal speed udah yang paling poll, kasian cewe-cewe bangsanya naje, el(yang punya penyakit asma) dan kawan-kawan yang emang ga kuat jalan jauh. Mana semua partisipan Kanada tuh hobbynya jalan, kecuali satu orang yang tak lain dan tak bukan adalah  si Treketek-Marketek alias Sebastian bau Ketek, counterpart sayah! Bahkan Marie Piarre yang punya penyakit asma akut hobbynya jalan dan hiking dan segala macam extreme sport (dia udah pernah bungee jumping dan sky diving di Afrika,, ngiri ah!). ya sudahlah, selama perjalan pendakian ke puncak Papandayan satu-satunya Canadian yang tertinggal digrup belakang adalah Counterpart sayah yang nyempil diantara segerombolan Indonesian yang kepayahan mengejar kaki-panjang Canadian..!! ahhh...

Pernah kejadian waktu bulan-bulan awal di Kanada, waktu itu sayah terpaksa mengungsi dirumah keluarga Van De Wiel( liat cerita smiling boxer) karena ditinggal Dave kerumah pacarnya. Malam pertama kita ngumpul dirumah El buat nonton DVD bareng samapi tepar. Akhirnya karena bosan sayah main gitar aja bareng anak Indonesah buat ngusir kebosenan karena gag ada aktifitas lain yang bisa buat saya ngantuk malam itu. Setelah tangan sayah kapalan karena kelamaan main gitar dan gag ada yang ngegantiin setelah beberapa set lagu (sampai sayah nyanyi lagu-lagu gag jelas macam kangen band pun di jabanin,, cuih!) saya pun mencari kegiatan lain. Canadian yang ada saat itu  seperti Steph, Jhon dan Anna merasakan hal serupa juga rupanya, dan mereka berniat untuk melaksanakan “ritual” Canadian ketika merasa bosan yang mereka sebut “Canadian Walk”, saya pun tertarik untuk bergabung karena toh saya pengen ngerasain semua hal yang berbau Canada. Dan apakah ritual itu?? Tak lain dan tak bukan adalah  jalan kaki ditengah malam buta sodara-sodara!( yaiyalah, walk kan artinya jalan, bukan ngesot) Hoho, saya yang kebetulan tidak mengantuk juga gag ada kerjaan dan yakin dengan fisik saya yang lumayan juga kalao diajak jalan yah ngikut ajah, awalnya mereka sangsi melihat fisik sayah (secara dibandingkan dengan semua Canadian, badan sayah ini termasuk kurus kering dan pendek!) dan mereka bilang  “are you sure Fahri? This is Canadian Walk , not Indonesian Walk” awalnya gag ngeh mereka bilang gitu , terus Jhon bilang “ yes, because The Indonesian walk very slow”. Tooooet,, darah nasionalisme saya terbakar dan langsung menjawab tegas “ SURE! YOU WANT TO CHALANGE ME?” mungkin mereka merasa tekanan dalam suara sayah dan mereka pun meminta maaf dan saya pun joint dalam iring-iringan aneh yang memang benar-benar akan terlihat sangat aneh jika kita berkeliaran di Indonesia,, hehhehehe,, secara Jhon dan Steph yang jangkung dan Anna yang terlalu berotot untuk seorang cewe dan sayah yang kecil kurus kerempeng nan hitam legam berjalan diantara kaki cepat mereka yang terbiasa berjalan diudara dingin pada pukul 12 malam!

Lalu apa hubungannya dengan Mitos Kaki Gajah?? Entah darimana asalnya, tapi ini sudah saya dengar berkali-kali dari temen-temen sayah yang kelewat noraknya kalo disuruh jalan untuk beli rokok atau sekedar beli gorengan kedepan kampus. Sedikit jauh aja mereka langsung bilang “engga mau akh,, ntar kakinya segede gajah!” atau kalo denger ada yang datang dari jarak jauh dan jalan kaki mereka akan bilang “ iiih, dasar kaki gajah! Engga banget lah yaw”. Mungkin temen-temen sayah memang norak sering menyebut jalan kaki menyebabkan kaki kita obesitas dan sayah sebenarnya gag maksud encourage anda untuk memperbanyak jalan kaki didalam tulisan ini, itu adalah hak masing-masing makhluk hidup (dan mati) untuk jalan (dan ngesot) kan? Tapi sejauh ini, selama program ini tentu saja, saya udah jalan kaki kemana-mana mungkin lebih banyak dari seumur hidup sayah sampai sekarang, dan sangat terbukti  tentu sajah ukuran sepatu saya gag berubah, Tetap 41 bukan pakai sepatu kuda atau sepatu gajah karena kebesaran akibat kebanyakan jalan!!

ataukah orang Indonesahlah  yang sebenarnya norak?? Who knows
seperti yang dibilang Trinity dalam bukunya “Naked Traveler” , “There’s no way to makes Indonesian walk faster!”
Read more
 

Catatan Mahasiswa Sableng (C M S) Copyright Protect Reserved and Edited by ♥chamink♥ © 2012