Kamis, Juli 01, 2010

Hadiah Ulang Tahun Untuk Pak Polisi



baru nyadar kalo tanggal  1 juli  itu ultahnya POLRI..


saya sempat liat blog ini tadi subuh, dan memang sempat kaget. memang postingan lama, tapi membuat sayah berfikir kembali kejadian beberapa hari yang lalu..

waktu itu hari hari kamis, sehari sebelum pembagian raport murid-murid sayah di tempat ngajar. seperti biasa, memanfaatkan wifi ditempat kerja untuk on line  dibeberapa situs jejaring sosial sambil menunggu tempat kerja tutup pukul lima.

setelah pukul lima tepat, saya diusir dengan beberapa bahasa sindiran (seperti, "wah enaknya ol pesbuk mas amink,, tapi sayang kayaknya sampeyan lanjut di warnet aja deh ya, mau tutup soalnya") dan seperti biasanya pula saya berniat mengambil jalan melewati jalan tercepat menuju kampus pahlawan.

bagi "penghuni" kota Samarinda, jalan menuju SCP melawati jln. Aminah Sukur sudah menjadi jalur wajib bagi mereka lah... nah di penghujung jalan itu, tepat didepan showroom pabrik motor Yamaha terdapat plang rambu-rambu dilarang belok kanan dan ada tulisan dibawahnya "kecuali kendaraan beroda empat". dan saya yakin masih ada disana sampai hari kamis yang sial itu...

begitu motor sayah belok kanan *dan masih tidak menyadari hilangnya tulisan "kecuali kendaraan beroda empat" dirambu-rambu jalan* ada 2 polisi dengan sigap menyuruh sayah berhenti didampingi beberapa "korban"tangkapan mereka.

sayah mah nyante aja, "lampu motor sayah nyala(walaupun siang hari), spion lengkap, lampu sen dinyalakan, helm masi hnempel merk SNI dan di-klik dengan baik, semua surat-surat lengkap...AMAN" fikir sayah ni cuma razia biasa yang dilakukan polisi iseng di akhir bulan ketika gaji mereka belum turun.

"kenapa pak?" tanya sayah setelah menunjukkan surat2 motor.

"anda di tilang karena melanggar rambu lalu lintas" jawabnya sok tegas, dengan dada sedikit dibusungkan, menutupi lemak diperutnya karena kekurangan olahraga setelah terakhir kali dibantai ketika masa pelatihan dan mulai melakukan penurunan drastis setelah jabatannya enak.


sayah digiring ke pos polosi didekat pasar pagi, dibiarkan sejenak, dan memberikan kesempatan sayah untuk mengamati keadaan.

ada 3 orang yang menarik perhatian sayah...

orang pertama: seorang dengan perawakan macam kingkong, muka item badan gede, dan tampaknya tidak memlikiki surat lengkap dan sibuk adu argumen dengan polisi, dia melakukan panggilan menggunakan hp nya dan berbicara dengan seseorang ketika perdebatannya dengan polisi tidak digubris...

tak berapa lama dia menyerahkan hp nya kepada polisi yang berlogat JAWA YANG NOTHOK BANGET DAN MASIH ADA SISA BEKAS SOTO DIBIBIRNYA.

"pa, ada yang mau bicara" kata si pemuda kingkong.

"siapa ini?"*bahkan ketika ngangkat telpon pun gayanya sengak banget, dikeren-kerenin, biar dibilang sangar pak??sayang ga sesuai sama logat*

setelah mendengar identitas sang penelepon si polisi jawa nothok berubah drastis suaranya, menjadi lemah gemulai,, nah kalo ni cocok sama muka dan logatnya ketika dia mencoba berbicara kayak pelayan sama majikan..

"iya pak, pasti dibantu " dia mengakhiri percakapan..

selanjutnya bisa ditebak, si pemuda kingkong bebas lepas tak bersalah tanpa surat tilang dan tersenyum mengejek kepada polisi.

orang kedua: seorang wanita, mungkin umur sekitar 25 thn. ditangkap karena melanggar lampu merah katanya,sedang melakukan tawar manawar harga denga pihak polisi disana (dikira beli sayur kah bu?) sibuk menanyai orang-orang tertangkap berapa banyak mereka dimintain polisi dan dibandingkan dengan harga yang ditetapkan kepadanya. saya melihat kondisinya dan menanyakan beberapa hal kenapa dia ketangkap dan kondisi motornya gimana.

"nda ada SIM, STNK dan motor saya nda lengkap onderdilnya mas, duh ketangkapnya pas nerobos lampu merah lagi mas, dimintain duit banyak banget, saya tawar dapet 300rb, tapi sayah masih belum punya uang segitu sekarang mas"katanya.

dalam hati sayah membatin "mba, mending lu kelaut aje, bebas lalu lintas!"

"mas gimana?dimintain berapa?"

"oh, semua surat lengkap, lampu motor juga nyala, motor kondisinya lengkap ditangkap karena salah belok nda liat rambu-rambu yang saya yakin masih ada kemarin dan kata polisinya udah dicabut 6 bulan yang lalu, dan dimintain 500rb mba" kata sayah enteng.

orang ketiga : alay yang lumayan parah, belum punya SIM, STNK dan (yang lebih parah )KTP! tertangkap dengan kasus yang sama dengan sayah. pak polisi terhormat dengan enteng mengintimidasinya. si alay menelepon mamahnya meninta bantuan, dan mamahnya memberikan sejumlah nama dan nomer telpon. sekali telopn 3 orang preman lokal datang. ngobrol sebentar dengan pak polisi yang terhormat sebentar, tampaknya mereka saling mengenal dekat, dan abrakadabra. si alay BEBAS!!!

saya malas menceritakan kejadian lengkapnya, yang jelas setelah melakukan panggilan telepon (dengan pulsa rp700) dan uang dikantong sayah hanya 40 ribu ripis, sisa uang mingguan, saya menghubungi penguni kampus unuk meminjami saya uang 200 ribu dan melakukan tawar menawar dengan pak polisi yang terhormat, seperti yang saya lakukan dipasar kalo mau beli singkong.... alhasil saya bisa bebas dengan pelanggaran yang dialihkan dari melanggar rambu menjadi tak menyalakan lampu disiang hari dan membayar sebanyak 100 ribu.

yang lucunya pak polisi pura-pura kehilangan laporan pelanggaran alias surat tilangnya, padahal saya tahu persis dari awal saya bicara sama beliau, nda ada tuh nulis sedikitpun...kasian...

at least, saya nda ada niat buat njelekkan aparat polisi yang nda berubah dari tahun ketahun, banyak teman saya yang telah jadi korban kok, jadi nda usah diceritakan mereka udah pada tau.

tulisan ini saya buat cuma sebagai refleksi milad pak polisi.. ulang tahunnya aja udah 64 tapi masih banyak yang harus dirombak lagi, jangan hanya ngumbar janji 2010 kalian akan membuat polisi menjadi aparat yang disenangi masyarakat bukan ditakuti. coba lakukan sensus deh kalo nda percaya, berapa persen orang yang takut dan berfikir untuk mencari jalan lain kalo ngeliat polisi diujung jalan.....

yah, mudah-mudahan uang tilang sayah bisa jadi kado yang baik untuk ulang tahunnya, dan mudah-mudahan keluarganya nda ikut-ikutan berdosa karena kebanyakan makan uang nda bener..

pesan terakhir.
HATI-HATI KETIKA BELOK DAN PERHATIKAN RAMBUNYA!




1 komentar:

zain mengatakan...

Hahahaha dasar Om2 polisi itu belum berubah juga ya

 

Catatan Mahasiswa Sableng (C M S) Copyright Protect Reserved and Edited by ♥chamink♥ © 2012